Aku berdiri menatap wajahku yang terpantul di cermin dimeja rias kamarku. Didalam benakku saat ini hanya ada sebuah pertanyaan yang tak dapat aku pecahkan. Sebenarnya aku menyadari betul apa yang saat ini sedang bergulat di dalam dadaku. Disatu sisi ada sebuah kepercayaan diri yang tak mau keluar dari sarangnya dan di sisi yang lain ada zat pemicu yang memaksa kepercayaan diri tersebut keluar. Karena pada saat ini, pertanyaan itu adalah "Pantaskah aku untuk diri nya?"
Aku masih memandangi wajahku dicermin sambil mengulangi pertanyaan tersebut didalam pikiranku. Meraba dan menemukan celah bahwa kepantasan itu ada. Namun saat aku hampir menemukan celah tersebut, aku kembali dihadapkan dengan jalan buntu dan mendapati ketidakpantasan itu tersenyum lebar menatapku.
Dia..
Dia adalah seorang yang telah lama aku kagumi sebelumnya. Seseorang yang aku kenal baik sejak lama. Namun baru kali ini dia hadir dikehidupanku dan menjadi kejutan besar yang membuatku seperti terkena sentruman listrik dengan tegangan ribuan volt.
Kata-kata yang ia ucapkan memberi perubahan besar bagiku, bahkan hanya lewat sebuah pesan yang dikirim dengan menggunakan media handphone yang trkirim hanya sepersekian detik setelah dipantulkan melalui satelit. Tapi seperti yang pernah kukatakan kepadanya sebelumnya melalui sms, aku hanyalah seorang wanita yang hanya bisa menunggu dan memndam perasaan.
Sebenarnya tak ada yang salah akan hal itu, hanya saja.. Aku bahkan tak mempunyai keberanian yang besar untuk menyukai orang sepertinya. Dia terlalu sempurna. Seperti sebuah bintang dilangit yang tak seharusnya dimiliki seseorang didalam kamarnya yang kecil dan terbatas.
Aku bukan siapa-siapa.. Maka dari itu aku terus bertanya-tanya pada diriku sendiri "Apakah aku pantas untuk seseorang seperti dirinya?'..
***
Sebuah panggilan memecah lamunanku. Terlihat tulisan Egi memanggil dilayar handphoneku. Egi spupu jauhku. Entah mengapa pada saat seperti ini ia selalu ada untukku. Tanganku bergerak menyentuh tombol yes dan suara Egi terdengar menderu di telingaku.
Mulanya kami berbasa-basi terlebih dahulu. Saling bertanya kabar dan berceloteh riang. Kemudian, secara perlahan alur pembicaraan berubah dan akupun menceritakan apa yang sedang terjadi padaku saat ini. Dan seperti yang terpikirkan olehku, dia selalu memiliki jawaban dengan sejuta alasan yang tepat. Dan sesaat setelah ia menutup telponnya aku mendekati cermin dan tersenyum kepada pantulan wajahku sambil mengucapkan mantra ajaib "Aku Pantas untuk nya dan sekalipun orang berpikir sebaliknya, tak ada larangan yang membuatku tidak boleh berfikiran demikian".
Kalian tahu apa yang dikatakan oleh sepupuku satu itu..
" Tak ada yang perlu kau khawatirkan. Kau adalah seorang wanita yang benar-benar pantas untuknya. Karena kaulah yang telah dipilih oleh nya dan oleh Nya untuk mendampingi kehidupan nya. Itu hanyalah sebagian dari permainan fikiran yang membuatmu menjudge dirimu sendiri sebagai seseorang yang tidak pantas. Lagipula jika ia adalah jodohmu, maka ia tak akan pernah singgah ke tempat lain. Ia hanya akan kembali kepadamu. Dan jika kau ingin meyakinkan hatimu akan apa yang ada saat ini, kau seharusnya bersimpuh dan memohon petunjuk dari-Nya."
Selasa, 24 Juli 2012
Rabu, 04 Juli 2012
Ternyata AQ hanya salah satu wanita yang ada dikehidupanmu
Hai yui.. maaf, lama aQ tak menulis d blog ini
kau tau.. hari ini aQ benar2 merasa sedih..
baru dua hari yang lalu, Pagum pergi KKN.. aQ bnar2 kesepian disini..
tapi sebenarnya buka itu yang mbuatQ seeedih..
skitar satu minggu yang lalu, saat Pagum akan pulang ke Lahat, dia mengatakan sesuatu yang menbuatku kecewa. Sore itu, setiba nya aQ d indralaya (aQ baru pulang dr Plmbg) aQ mnemui nya di tempat ia biasa menunggu bis Lahat. Saat itu, aQ hanya ingin mendengar kata pamit darinya, namun bukan hanya itu yang aku dapatkan hari itu.
aQ gx tw mgpa arah pembicaraan kami sampai ke sesuatu yang tidak mengenakan seperti ini. Mulanya, aQ hanya ingin brtanya apakah ia akan sama seperti ketika ia berada di Lahat. Mengacuhkan sms dan telp dariku. Aq ingat dia hanya tersenyum. Lalu, kami berbicara tentang hal lainnya dan sampailah ke pembicaraan tentang Erna (mantannya).
aQ masih ingat, aQ brtanya apakah dia memiliki rasa trhadap Erna. Dan saat itu ia jawab ya.. namun, perasaannya terhadap Erna tidak sebesar perasaannya terhadapku. benarkah?
aQ rasa sebaliknya. Hanya saja kita lebih sering bertemu, mka nya drimu bisa berkata demikian. Ma'f krna aku tak pcya kata2 mu,. tapi itulah yang aQ rasakan.
Kau tau, ketika kau berkata " Erna itu sprti dirimu.. Dia tak punya status apapun dengan diriku, namun dia adalah calon bagiku". aQ benar2 terdiam saat kau berkata seperti itu.. Disaat aQ bnar2 terpusat kepada dirimu, tnyta dirimu memiliki dua arah.
Mau bilang apa? aku mmg bukanlah siapa2 bagi mu..
walaupun sebenarnya aQ sudah mengetahui hal ini, tapi entah mengapa saat mendengar nya langsung darimu, itu lebih terasa menyakitkan.
Apa kau ingat ketika aQ berada di kosanmu bberapa minggu yang lalu. Saat itu aQ baru sembuh dari sakit. Malam itu kau menelpon seseorang (yg tnyta adalah Erna) dan menjauh dariku,.Walau tidak terlalu jelas, aQ mndengar pembicaraanmu dengannya. Kau begitu lembut menyapa nya, begitu riang, kau bahkan tidak mengantuk saat menelponnya. Padahal jika aQ menelpon mu, kau selalu tertidur. Apakah aQ bnar2 smembosankan itu bagimu? apakah mendengar suaraku tidak penting bagimu,.
kau mengucapkan kata2 motivasi untuknya. Ya.. Dia mmang sdang sakit. Dan ini malah membuatku semakin ragu trhadapmu. ketika aQ sakit, bukan kau yang menelponku melainkan aQ yg menelponmu. bahkan drimu seperti selalu sibuk dan tdk bisa menghubungi Q melalui media apapun. Aq benar2 kecewa saat itu.
Da sekarang, ketika kau berkata demikian, keraguanku terhadapmu terbutkti. Apa yang harus aQ lakukan Pagum??
Apakah aQ harus melupakanmu mulai dari sekarang?
kau tau, aQ benar2 merasa lelah akan sikapmu yang selalu menarik ulur diriku. Kau.. Tidakkah kau merasakan apa yang aQ rasakan? Tidakkah kau sedikitnya mengerti akan driku?
kau tau.. hari ini aQ benar2 merasa sedih..
baru dua hari yang lalu, Pagum pergi KKN.. aQ bnar2 kesepian disini..
tapi sebenarnya buka itu yang mbuatQ seeedih..
skitar satu minggu yang lalu, saat Pagum akan pulang ke Lahat, dia mengatakan sesuatu yang menbuatku kecewa. Sore itu, setiba nya aQ d indralaya (aQ baru pulang dr Plmbg) aQ mnemui nya di tempat ia biasa menunggu bis Lahat. Saat itu, aQ hanya ingin mendengar kata pamit darinya, namun bukan hanya itu yang aku dapatkan hari itu.
aQ gx tw mgpa arah pembicaraan kami sampai ke sesuatu yang tidak mengenakan seperti ini. Mulanya, aQ hanya ingin brtanya apakah ia akan sama seperti ketika ia berada di Lahat. Mengacuhkan sms dan telp dariku. Aq ingat dia hanya tersenyum. Lalu, kami berbicara tentang hal lainnya dan sampailah ke pembicaraan tentang Erna (mantannya).
aQ masih ingat, aQ brtanya apakah dia memiliki rasa trhadap Erna. Dan saat itu ia jawab ya.. namun, perasaannya terhadap Erna tidak sebesar perasaannya terhadapku. benarkah?
aQ rasa sebaliknya. Hanya saja kita lebih sering bertemu, mka nya drimu bisa berkata demikian. Ma'f krna aku tak pcya kata2 mu,. tapi itulah yang aQ rasakan.
Kau tau, ketika kau berkata " Erna itu sprti dirimu.. Dia tak punya status apapun dengan diriku, namun dia adalah calon bagiku". aQ benar2 terdiam saat kau berkata seperti itu.. Disaat aQ bnar2 terpusat kepada dirimu, tnyta dirimu memiliki dua arah.
Mau bilang apa? aku mmg bukanlah siapa2 bagi mu..
walaupun sebenarnya aQ sudah mengetahui hal ini, tapi entah mengapa saat mendengar nya langsung darimu, itu lebih terasa menyakitkan.
Apa kau ingat ketika aQ berada di kosanmu bberapa minggu yang lalu. Saat itu aQ baru sembuh dari sakit. Malam itu kau menelpon seseorang (yg tnyta adalah Erna) dan menjauh dariku,.Walau tidak terlalu jelas, aQ mndengar pembicaraanmu dengannya. Kau begitu lembut menyapa nya, begitu riang, kau bahkan tidak mengantuk saat menelponnya. Padahal jika aQ menelpon mu, kau selalu tertidur. Apakah aQ bnar2 smembosankan itu bagimu? apakah mendengar suaraku tidak penting bagimu,.
kau mengucapkan kata2 motivasi untuknya. Ya.. Dia mmang sdang sakit. Dan ini malah membuatku semakin ragu trhadapmu. ketika aQ sakit, bukan kau yang menelponku melainkan aQ yg menelponmu. bahkan drimu seperti selalu sibuk dan tdk bisa menghubungi Q melalui media apapun. Aq benar2 kecewa saat itu.
Da sekarang, ketika kau berkata demikian, keraguanku terhadapmu terbutkti. Apa yang harus aQ lakukan Pagum??
Apakah aQ harus melupakanmu mulai dari sekarang?
kau tau, aQ benar2 merasa lelah akan sikapmu yang selalu menarik ulur diriku. Kau.. Tidakkah kau merasakan apa yang aQ rasakan? Tidakkah kau sedikitnya mengerti akan driku?
Sabtu, 02 Juni 2012
Sabtu, 21 April 2012
Nomu JOhaeyo..
Hari ini aQ bisa melalui waktu tanpa dia.. walau hanya beberapa jam..
tapi, kemudian aQ kembali marah dan kesal melihat tak ada satu pun sms darinya yang mampir ke ponselku..
Entah itu sekedar menanyakan keadaan ku atau kegiatan yang sdang aQ lakukan.
huuh.. entah kapan aQ bisa benar-benar lepas darinya. setidaknya, aQ tidak lagi merindukan sms2 yang dikirim olehnya.
tapi ini, jangankan lepas darinya.. sms ku yang gx dibales udah bikin aQ mumet bukan kepalang.
Ada apa denganku. Bukankah ketika pertama kali aQ mengenalnya dan memulai semua hubungan kami, aQ selalu mengingatkan diriku untuk tidak memiliki perasaan yang terlalu dalam terhadapnya. Sekarang, semua itu terlupakan dan aQ semakin menyukainya. Perasaanku semakin dalam dan aQ semakin ingin memilikinya.
Bukan Yui.. aQ mungkin memang bersama nya saat ini,. tapi entah mengapa, aQ merasa dia masih bukan mili Q. aQ belum bisa mendapatkan hatinya seutuhnya..
Yui.. Ada hal lain yang ingin ku ketahui tentangnya. Apa dia berpikir seperti aQ?
Bagiku.. Dia adalah masa depanku. Bukan sekedar sesaat. Tapi, apakah ia juga berpikir sama tentangku. atau ia hanya menganggapku seseorang yang hanya datang sesaat dikehidupannya.
AQ tak pernah tau itu..
Dan lagi, AQ juga ingin sekali tau alasan dirinya begitu menyembunyikan hubungan kami.. Mengapa ia selalu menyangkal dan bahkan menyuruh diriku untuk melakukan hal yang sama.
Semalu itukah ia mempunyai pacar seperti aQ.? (ah iya, aQ lupa, kami tak lagi berpacaran)
Yui, aQ bgung dengan hubungan yang kami jalani sekarang. Awalnya aQ pikir, dengan memutuskan hubungan kami, kondisi nya akan membaik, huft.. aQ tak seyakin itu kini.. Tak ada yang berubah, dan aQ hanya bisa berharap dirinya mengajakku kembali seperti dulu (Aq yakin itu tak mungkin).
Pagum, walau pun kau tidak terlalu suka jika aQ mengatakan ini.. tapi tetap akan kukatakan..
"Appagum.. Nega nomu nomu nomu nomu nomu nomu johaeyo" ^_*
Saranghae.. Sarangbi..
tapi, kemudian aQ kembali marah dan kesal melihat tak ada satu pun sms darinya yang mampir ke ponselku..
Entah itu sekedar menanyakan keadaan ku atau kegiatan yang sdang aQ lakukan.
huuh.. entah kapan aQ bisa benar-benar lepas darinya. setidaknya, aQ tidak lagi merindukan sms2 yang dikirim olehnya.
tapi ini, jangankan lepas darinya.. sms ku yang gx dibales udah bikin aQ mumet bukan kepalang.
Ada apa denganku. Bukankah ketika pertama kali aQ mengenalnya dan memulai semua hubungan kami, aQ selalu mengingatkan diriku untuk tidak memiliki perasaan yang terlalu dalam terhadapnya. Sekarang, semua itu terlupakan dan aQ semakin menyukainya. Perasaanku semakin dalam dan aQ semakin ingin memilikinya.
Bukan Yui.. aQ mungkin memang bersama nya saat ini,. tapi entah mengapa, aQ merasa dia masih bukan mili Q. aQ belum bisa mendapatkan hatinya seutuhnya..
Yui.. Ada hal lain yang ingin ku ketahui tentangnya. Apa dia berpikir seperti aQ?
Bagiku.. Dia adalah masa depanku. Bukan sekedar sesaat. Tapi, apakah ia juga berpikir sama tentangku. atau ia hanya menganggapku seseorang yang hanya datang sesaat dikehidupannya.
AQ tak pernah tau itu..
Dan lagi, AQ juga ingin sekali tau alasan dirinya begitu menyembunyikan hubungan kami.. Mengapa ia selalu menyangkal dan bahkan menyuruh diriku untuk melakukan hal yang sama.
Semalu itukah ia mempunyai pacar seperti aQ.? (ah iya, aQ lupa, kami tak lagi berpacaran)
Yui, aQ bgung dengan hubungan yang kami jalani sekarang. Awalnya aQ pikir, dengan memutuskan hubungan kami, kondisi nya akan membaik, huft.. aQ tak seyakin itu kini.. Tak ada yang berubah, dan aQ hanya bisa berharap dirinya mengajakku kembali seperti dulu (Aq yakin itu tak mungkin).
Pagum, walau pun kau tidak terlalu suka jika aQ mengatakan ini.. tapi tetap akan kukatakan..
"Appagum.. Nega nomu nomu nomu nomu nomu nomu johaeyo" ^_*
Saranghae.. Sarangbi..
Rabu, 11 April 2012
Hujan dan Dung-Dung
ice cream itu identik dengan cuaca panas.
Tapi kalo lagi resah, dingin-dingin kyak gini masih aa mau dimakan..
udah lama gx buka,kangen..
masih inget kn waktu pertama kali buat blog ini
sama resahnya kayak sekarang, walau pun beda konflik.
Yui.. banyak bgt yang mau Q critain,.
tapi kalo situasi nya spt skg, kyakny blom bisa..
kalau aQ punya waktu, lain kali aQ crita ke kamu..
ohya, cerpen yang aQ tulis kemarin blom aQ lanjutin..
mianhae.. maaf bgt ya..
pengen dilanjutin sih, tapi otak lagi gak mau jalan..
ntar, kalo di paksain, hasilnya gx bgus..
sabar yaYui.. kmu yang bkalan jd pembaca pertama dari cerpen yang aQ tulis nantinya..
hmm.. sampai disini dulu ya,,
lets get together soon.. bye.. ^^
Tapi kalo lagi resah, dingin-dingin kyak gini masih aa mau dimakan..
udah lama gx buka,kangen..
masih inget kn waktu pertama kali buat blog ini
sama resahnya kayak sekarang, walau pun beda konflik.
Yui.. banyak bgt yang mau Q critain,.
tapi kalo situasi nya spt skg, kyakny blom bisa..
kalau aQ punya waktu, lain kali aQ crita ke kamu..
ohya, cerpen yang aQ tulis kemarin blom aQ lanjutin..
mianhae.. maaf bgt ya..
pengen dilanjutin sih, tapi otak lagi gak mau jalan..
ntar, kalo di paksain, hasilnya gx bgus..
sabar yaYui.. kmu yang bkalan jd pembaca pertama dari cerpen yang aQ tulis nantinya..
hmm.. sampai disini dulu ya,,
lets get together soon.. bye.. ^^
Minggu, 19 Februari 2012
SAW + Rumitku + Bang Adit + cew bete' = MALAM TERANEH
Aku bingung, mengapa orang-orang bisa begitu
mudahnya kalah oleh masalah yang membelenggu nya. Hello.. buka mata donk.. apa
dunia mu akan berakhir hanya karena masalah itu?
Brusan
nonton SAW, pncipta games yang indah tapi penuh darah. Baru kali ni nonton film
pembunuhan yang mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Walaupun takut, aku
pengen tau akhir ceritanya.
Sang
jigsaw trnyta mengajarkan subjek nya agar bertindak lebih mulia. Namun cara
pengajarannya juga salah. Masak si subjek mesti mengendalikan emosinya dengan
melakukan games yang akan mengorbankan banyak nyawa??
It’s
not affair.. Masak harus ada korban untuk menyadarkan orang. Korbannya bukan
hanya satu tapi banyak. Hanya karena ingin memberikan kesempatan hidup yang
lebih banyak kepada orang yang satu, orang lain harus mati dengan cara yang
mengenaskan terlebih dahulu.
But, sejauh ini aku suka film nya. Apresiasi dech buat sutradara nya.
But, sejauh ini aku suka film nya. Apresiasi dech buat sutradara nya.
Now,
kita kembali ke kehidupanku. Disini ada adek angkat nya rumitku (catet: di FB
aQ membuat status hubunganku menjadi rumit. So, aQ gak punya pacar tapi aQ punya
rumit). Dia punya sedikit masalah dengan pacarnya (yang aQ saranin sih, rubah
aja status jadi rumit. Kan emank rumit ^^). Dan seperti yang dikatakan oleh
Bang Adit di stand up party nya “Cewek kalo sudah bete’ gak akan mau ngomong.
Dan biasanya, dia akan melampiaskannya ke orang-orang sekelilingnya”.
Dan
itulah yang terjadi sekarang. Dia lagi bete’, n inginnya dia harus dituruti
(gak jauh beda dengan aQ kalo lg bete’). Tapi keinginannya gak memungkinkan
banget. Dia minta pulang ke rumahnya sekarang (waduh ciin,,. Ini tuh jam 2
pagi, drivernya ngantuk. N driver ny itu rumit aQ,. Gak mungkin aQ ngebiarin
kalian pulang jam segini. Kalo ada apa2 kan aku yg repot. Repot ngurusin air
mata). Jadi sorry bgt yah,. aQ gak bisa ngizinin kalian pulang.
….
….
,….
Tik
tok tik tok
….
…
aQ
bgung mw nulis apa lagi..
see
you next time
ohya,
cerita aQ yang kemarin blm aQ lanjutin,. Sabar yah,,. Dan lagi, m’f karena baru
bsa ngisi sekarang.
Satu
lagi. Mulai sekarang, blog ini aQ panggil Yui. Gak ada arti khusus. Cuma seneng
aja dengernya.
Ok
Yui, bye.. I’ll be back.. J
Jumat, 13 Januari 2012
Sebuah Cerita Berjudul "Tempat Teraman" #1
Aku berjalan di ruang hampa udara yang gelap gulita. Sendirian, hanya ditemani cahaya lilin yang ku genggam dan juga sebuah alat bantu pernafasan yang terpasang menutupi mulut dan hidungku. Aku terus berjalan, meenyusuri ruangangan yang menyerupai koridor panjang itu. Walaupun aku tak tahu arah dan tujuanku menyusurinya, aku tetap saja berjalan dengan tenang tanpa panik sedikitpun.
Tiba-tiba saja, sesosok tangan manusia yang tidak tahu dari mana datangnya muncul di hdapanku dan merebut lilin dan juga alat bantu pernafasanku. Dan kemudian tangan itu lenyap beserta dengan apa yang sudah diambilnya. Aku mulai merasa panik, aku tak bisa melihat keadaan disekelilingku. terlebih lagi, aku menjadi lemah dan tak bisa bernafas. Aku berteriak minta tolong, tapi tak ada satu suara pun terdengar dari mulutku. Aku terus saja mencoba untuk berteriak, tapi lama-kelamaan aku merasa tenggorokanku seperti tercekik. Aku terduduk sambil memegangi leherku. Mataku terbeliak karena hampir kehabisan nafas. Dan aku tak dapat berfikir jernih karena suplai oksigen ke otakku yang kurang dan mengakibatkanku sulit untuk mencerna apa yang sedang terjadi. Di tengah pertempuranku yang sengit melawan kematian yang sudah di pelupuk, seberkas sinar yang sangat menyilaukanku seolah -olah menarikku kedalamnya. Menyedotku, membuatku tersentak dan terbangun dari mimpi.
Aku masih belum sadar betul kalau itu tadi hanyalah sebuah mimpi. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku agar semua yang terlihat olehku menjadi jelas. Nafasku masih sedikit tersengal-sengal, pikiranku masih dipenuhi akan mimpi yang baru saja mendatangiku. huuh.. aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Aku bersyukur itu hanyalah sebuah mimpi. Sebuah bunga tidur yang tidak akan mengganggu kehidupan nyata.
Aku melirik jam weaker yang terletak di atas meja dekat tempat tidurku. Masih pukul 3 pagi, masih terlalu dini untuk bangun pikirku. aku kemudian membalikkan badanku sambil memeluk gulung yang ada di dekatku dan kembali mencoba untuk meneruskan tidurku dan berharap mimpi yang sama tidak terulang kembali. Dan seketika mataku terpejam, aku mlai berangsur-angsur hilang kesadaran. Aku kembali memasuki dunia mimpi dengan kedua pasang mata yang tertutup rapat.
Tiba-tiba saja, sesosok tangan manusia yang tidak tahu dari mana datangnya muncul di hdapanku dan merebut lilin dan juga alat bantu pernafasanku. Dan kemudian tangan itu lenyap beserta dengan apa yang sudah diambilnya. Aku mulai merasa panik, aku tak bisa melihat keadaan disekelilingku. terlebih lagi, aku menjadi lemah dan tak bisa bernafas. Aku berteriak minta tolong, tapi tak ada satu suara pun terdengar dari mulutku. Aku terus saja mencoba untuk berteriak, tapi lama-kelamaan aku merasa tenggorokanku seperti tercekik. Aku terduduk sambil memegangi leherku. Mataku terbeliak karena hampir kehabisan nafas. Dan aku tak dapat berfikir jernih karena suplai oksigen ke otakku yang kurang dan mengakibatkanku sulit untuk mencerna apa yang sedang terjadi. Di tengah pertempuranku yang sengit melawan kematian yang sudah di pelupuk, seberkas sinar yang sangat menyilaukanku seolah -olah menarikku kedalamnya. Menyedotku, membuatku tersentak dan terbangun dari mimpi.
Aku masih belum sadar betul kalau itu tadi hanyalah sebuah mimpi. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku agar semua yang terlihat olehku menjadi jelas. Nafasku masih sedikit tersengal-sengal, pikiranku masih dipenuhi akan mimpi yang baru saja mendatangiku. huuh.. aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Aku bersyukur itu hanyalah sebuah mimpi. Sebuah bunga tidur yang tidak akan mengganggu kehidupan nyata.
Aku melirik jam weaker yang terletak di atas meja dekat tempat tidurku. Masih pukul 3 pagi, masih terlalu dini untuk bangun pikirku. aku kemudian membalikkan badanku sambil memeluk gulung yang ada di dekatku dan kembali mencoba untuk meneruskan tidurku dan berharap mimpi yang sama tidak terulang kembali. Dan seketika mataku terpejam, aku mlai berangsur-angsur hilang kesadaran. Aku kembali memasuki dunia mimpi dengan kedua pasang mata yang tertutup rapat.
Langganan:
Postingan (Atom)


